Edwin Partogi Pasaribu

Terimbas Penanganan Covid-19, Respon LPSK Terancam “Lelet”

Posted on 106 views

JAKARTA | CVD-19 Jumlah permohonan perlindungan saksi dan korban melonjak siginifikan di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencatat, jumlah permohonan pada Maret 2020 mencapai 255 permohonan, naik 97,6 persen dibanding Februari 2020 (129 permohonan).

Dari total 255 permohonan, 25 persen diantaranya adalah tindak pidana —peristiwa terjadi pada Maret 2020. Selebihnya, terdapat tindak pidana Januari dan Februari, bahkan sebelum tahun 2020, namun baru diajukan permohonannya pada Maret 2020.

Dari total tersebut, permohonan dari kasus pelanggaran HAM berat menempati posisi teratas (99 permohonan), disusul kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 53 permohonan, kasus kekerasan seksual anak 31 permohonan, tindak pidana lain sebanyak 44 permohonan, penganiayaan berat 40 permohonan. Sisanya, permohonan dalam kasus pidana lain seperti korupsi, penyiksaan dan lain-lain.

Provinsi DKI Jakarta menduduki posisi empat teratas wilayah asal permohonan perlindungan pada Maret 2020, yakni mencapai 65 permohonan. Disusul Sumatera Barat 58, DI Yogyakarta 37, Jawa Barat 28 permohonan.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, angka ini berdasar rekapitulasi data permohonan —dibahas setiap minggu— dalam forum Rapat Paripurna Pimpinan LPSK kurun Maret 2020.

“Angka tersebut menunjukan bahwa pandemi Covid-19 ini belum mempengaruhi secara siginifikan jumlah permohonan perlindungan ke LPSK, terutama di awal masa pemerintah menetapkan tanggap darurat” ujarnya.

Hanya saja, menurut Edwin, yang membedakan saat ini permohonan lebih banyak diajukan melalui surat untuk menghindari interaksi fisik langsung, meskipun ada pula beberapa pemohon yang masih mendatangi langsung kantor LPSK.

Dari total 255 permohonan, sebanyak 197 menggunakan surat sebagai media permohonan, datang langsung ke kantor LPSK sebanyak 30 permohonan, 23 menggunakan media elektronik (email, WhatsApp, dsb), sisanya menggunakan media Hotline 148.

“Ke depan, selama masa pandemi Corona ini terjadi, kami harap masyarakat yang ingin mengajukan permohonan bisa mengoptimalkan permohonan melalui sarana interaksi non-fisik, terutama media elektronik seperti email dan WhatsApp” timpalnya.

Edwin menginformasikan, kebijakan LPSK menghentikan sementara layanan permohonan perlindungan dengan cara datang langsung ke kantor LPSK diperpanjang hingga tanggal 21 April 2020 dan akan dilakukan evaluasi lagi setelahnya. Namun Edwin mempersilahkan bagi saksi dan korban yang keselamatan jiwanya sangat terancam, untuk datang meminta perlindungan langsung ke kantor LPSK.

Baca Juga: Grounding System Tak Terpasang, Jejak Korupsi di Seputar PLN yang Terabaikan?

Selain itu, Edwin menjelaskan, kondisi terkini sedikit/banyaknya mempengaruhi kecepatan dan ketepatan LPSK menelaah kasus-kasus dari permohonan, utamanya bagi kasus yang memerlukan assessment atau penilaian medis kepada korban tindak pidana. Apalagi kasus yang berasal dari luar Jakarta.

Menurutnya, banyak rintangan dihadapi LPSK dalam melakukan penilaian medis, mulai ketersediaan dokter, keterbatasan moda transportasi, kesediaan korban dikunjungi, penutupan wilayah di beberapa kota/kabupaten di Indonesia, hingga kebijakan sebagian kepala daerah yang mengharuskan setiap pendatang melakukan isolasi diri selama 14 hari.

“Untuk itu, saya ingin memberikan informasi kepada seluruh masyarakat yang telah mengajukan permohonan, agar memaklumi kondisi bilamana kecepatan LPSK merespon permohonan sedikit mengalami pelambatan” pungkasnya.

Bagi para pemohon yang ingin mengajukan permohonan dapat menghubungi LPSK di nomor telepon: (021) 29681560, Fax: (021) 29681551 atau dapat menghubungi call center LPSK : 148 di hari dan jam kerja. Alamat email : lpsk_ri@lpsk.go.id. Pemohon juga dapat mengajukan permohonan melalui platform Whatsapp di nomor 0857-700-100-48, atau dapat menggunakan aplikasi berbasis Android “Permohonan Perlindungan LPSK” yang dapat diunduh di playstore.[wan]

 

Sumber : Humas LPSK

top