Helex Wirawan
Helex Wirawan

PPh Diturunkan, Perppu 1/2020 Dinilai Perkuat Daya Saing Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Posted on 162 views

JAKARTA | CVD-19 Penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2020 dinilia membawa atmosfir baru bagi dunia usaha, sehingga akan memperkuat daya saing ekonimi saat dan pasca pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Penurunan tarif PPh —termaktub dalam Perppu tersebut— sejati sudah sejak lama diinginkan kalangan pengusaha, dan telah tercantum dalam RUU Omnibus Law. Sayangnya, hingga kini belum ada kepastian kapan DPR akan membahasnya.

Dewan Pembina Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Helex Wirawan SE SH MH menilai, kebijakan penurunan tarif PPh badan itu untuk membantu dunia usaha dalam fase pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi.

“Semoga penurunan tarif PPh ini dapat menjadi solusi memberi daya tahan pengusaha menghadapi masa sulit, sekaligus memancing gairah investasi di Indonesia,” harapnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (31/3/2020) kemarin.

Menurut Helex, Perppu 1/2020 merupakan landasan hukum kuat bagi pemerintah terkait kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemi Covid-19 dan/atau untuk menghadapi ancaman membahayakan perekonomian nasional.

Salah satu kebijakan keuangan, papar dia, termasuk sektor perpajakan, seperti diatur dalam Pasal 1 ayat (4), meliputi: a. penyesuaian tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap; b. perlakuan perpajakan dalam kegiatan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE); c. perpanjangan waktu pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan; dan d. pemberian kewenangan kepada Menteri Keuangan untuk memberikan fasilitas kepabeanan berupa pembebasan atau keringanan bea masuk dalam rangka penanganan kondisi darurat serta pemulihan dan penguatan ekonomi nasional.

Kemudian, praktisi hukum ini membeberkan, Pasal 5 (1) pemerintah melakukan penyesuaian tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf (a) berupa penurunan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf (b) Undang undang tentang Pajak Penghasilan menjadi 3 persen lebih rendah dibandingkan yang berlaku saat ini.

Sehingga, tarif sebesar 22 persen —berlaku pada tahun pajak 2020 dan tahun pajak 2021. Dan sebesar 20 persen unutk tahun pajak 2022.

Untuk Wajib Pajak dalam negeri berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek di Indonesia paling sedikit 40 persen. Huruf (c) memenuhi persyaratan tertentu, dapat memperoleh tarif sebesar 3 persen lebih rendah dari tarif berlaku saat ini.

“Filosofinya dari penurunan tarif pajak adalah untuk membuat ekonomi Indonesia kompetitif,” pungkasnya.[yfi]

top