Rohidin Mersyah saat meninjau kesiapan mitigasi pandemi Covid-19
Rohidin Mersyah saat meninjau kesiapan mitigasi pandemi Covid-19.

Lindungi Warga Enggano, Gubernur Bengkulu Warning PT Pelni dan Pelindo

Posted on 210 views

BENGKULU | CVD-19 Terbatasnya fasilitas dan tenaga kesehatan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, menuntut semua pihak berkompeten di Provinsi Bengkulu memperketat prosedur pengawasan dan pencegahan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ke pulau terluar tersebut.

Karenanya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan PT Pelni dan PT Pelindo II segera memasang perangkat sanitasi umum —dapat digunakan setiap orang— dalam area Pelabuhan Pulau Baai, termasuk area loading penumpang tujuan Enggano.

Dirinya ingin memastikan pintu masuk ke Pulau Enggano tersebut sudah menerapkan prosedur pengawasan dan pencegahan virus corona pada seluruh pengguna jasa angkutan kapal perintis.

Para operator kapal perintis juga diminta bisa mengedukasi dan mengingatkan penumpang agar selalu patuh pada perilaku menjaga kebersihan, termasuk menyediakan fasilitas kebersihan di kapal.

“Setiap penumpang harus terdata, baik identitas maupun tracking perjalanannya. Jika memang ada calon penumpang dari daerah terpapar, maka tegas untuk tidak melakukan perjalanan dan laporkan, agar bisa diobservasi. Sekali lagi, kedisiplinan ini untuk melindungi kita bersama, dengan ikhtiar menerapkan prosedur dan tanamkan betul agar tumbuh kesadaran bagi setiap masyarakat,” paparnya saat berada di Pelabuhan Pulau Baai, Sabtu (21/3/2020).

Pulau Enggano, terang Rohidin, merupakan wilayah tak mudah dijangkau. Letaknya di Samudera Hindia belum memungkinkan reaksi bantuan tiba dalam waktu singkat kalau terjadi wabah. Sehingga memperketat prosedur pengawasan dan pencegahan merupakan ikhtiar paling masuk realistis dan wajib diterapkan dengan penuh kedisiplinan.

“Ini butuh kedisiplinan kita bersama, standar prosedur untuk pencegahan Covid-19 pada pintu-pintu masuk Provinsi Bengkulu tidak boleh diabaikan. Termasuk Pulau Enggano, saat ini satu-satunya pintu masuk melalui jalur laut. Ini tak boleh lengah, dan terus tumbuhkan kesadaran kepada masyarakat untuk melindungi diri dan juga melindungi yang lain,” ujarnya.

Rohidin mengingatkan, langkah antisipasi ini bukan bermaksud menakut-nakuti, karena Covid-19 bukan untuk ditakuti, tapi harus dicegah.

“Jangan kita menunggu ada kasus, baru kita melakukan penanganan. Justru karena belum ditemukan kasus begini, mari kita sama-sama menjaga diri kita, menjaga masyarakat kita, dan menjaga wilayah kita,” imbaunya, sembari berharap seluruh warga Enggano tetap sehat dan selamanya pandemi Covid-19 tidak menghampiri pulau terluar itu.[iac]

top