Kemenkes gandeng perusahaan telemedicine atasi corona
Kemenkes gandeng perusahaan telemedicine atasi corona.

Kini Cek Corona Tak Perlu ke Dokter. Yuk Segera Cek dimari..!

Posted on 273 views

JAKARTA | CVD-19 Tak perlu repot-repot ke dokter, kini setiap warga Indonesia bisa melakukan self-assessment atau pemeriksaaan sendiri kemungkinan infeksi virus corona pada dirinya menggunakan belasan aplikasi telemedicine di Tanah Air.

Melalui telemedik, masyarakat dapat lebih siap secara dini mencegah dan menangani berbagai penyakit, termasuk penyakit disebabkan SAR-CoV-2 yang sedang populer di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Demi mewujudkan efektifitas layanan ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah bekerjasama dengan Aliansi Telemedik Indonesia (Atensi), memanfaatkan telemedik berbasis internet untuk memberikan beberapa pelayanan terkait virus corona.

Tujuannya, memanfaatkan teknologi telemedik untuk penyediaan informasi —sebagai upaya edukasi dan kesiapsiagaan— hingga berkonsultasi/interaktif secara online.

Melalui akses online dengan perangkat gawai dan komputer, berbagai informasi penting dapat dimanfaatkan masyarakat luas, seperti cuci tangan yang benar, etika batuk, hingga physical distancing.

Di samping itu, layanan ini membantu pemerintah memberikan informasi valid Covid-19, sehingga masyarakat dapat mengantisipasi berita palsu (hoaks) dan mengurangi kepanikan.

Manfaat penting lainnya, pemberian informasi tingkat risiko warga akibat Covid-19. Melalui layanan ini, masyarakat dapat meminimalkan kunjungan ke fasilitas kesehatan, sehingga isolasi mandiri dan physical distancing dapat lebih efektif.

Cara seperti ini diharapkan dapat membantu fasilitas kesehatan lebih fokus terhadap penanganan pasien positif corona.

Bagi masyarakat yang berisiko tinggi tertular corona, layanan ini terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat dan rumah sakit rujukan sesuai protokol resmi pemerintah.

Layanan telemedik ini terselenggara berkat kerjasama Kemenkes dan Atensi, sejak Kamis (19/3/2020) lalu.

Sebanyak dua belas perusahaan digital anggota Atensi siap untuk bersinergi dengan pemerintah. Perusahan tersebut adalah DokterSehat, Alodokter, Halodoc, SehatQ, KlikDokter, Good Doctor Technology Indonesia, ProSehat, Link Medis Sehat, Klinikgo, Perawatku.id, Aveecena dan Docquity.

Jangkauan layanan telemedik ini dapat dimanfaatkan masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah terindikasi rawan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Kemenkes juga telah menggandeng mitra lain, yakni dua startup anak bangsa : Gojek dan Halodoc serta Grab dan Good Doctor Indonesia untuk memberikan layanan telemedik. Kolaborasi tersebut tertuang dalam penandatanganan MoU di antor Kemenkes, Senin (23/3) lalu.

Kerjasama ini akan memudahkan masyarakat berkonsultasi tentang gejala kesehatan yang sedang dialami dan melakukan self-assessment terkait Covid-19.

Kalau ada dugaan terinfeksi virus corona, dokter dari aplikasi tersebut akan berupaya melakukan penanganan dengan meminta pengguna tetap di rumah, menerapkan isolasi di rumah dan obat yang diresepkan akan diantar oleh aplikator on-demand ke rumah pengguna. Ini supaya penyebaran penyakit bisa diminimalisir.

Bila membutuhkan penanganan dan tindakan lebih lanjut, akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. Mitra dokter dari aplikasi telah mendapatkan pelatihan dan memiliki pengetahuan memadai sesuai anjuran pemerintah dan WHO mengenai Covid-19, supaya bisa memberikan konsultasi yang tepat.[agw/*]

 

Sumber Utama: Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB RI

top