RSMY Bengkulu

Ingat! Hasil Lab Warga Lamsel Positif Covid-19 Hanya Bisa Diambil Keluarga Dekat

Posted on 111 views

BENGKULU | CVD-19 Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr M Yunus (RSMY) Bengkulu Zulkimaulub Ritonga menegaskan, hasil laboratorium warga Lampung Selatan, pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Bengkulu hanya bisa diambil keluarga terdekat.

“Hasilnya mesti diambil keluarga terdekat, istri, anak. Tidak bisa orang lain yang bukan sedarah,” jelasnya saat dikonfirmasi via Whatssap.

Kecuali, tambah Zulkimaulub, diwakilkan berdasar surat kuasa resmi dari keluarga. Terkait penangan jenazah NH, menurut Zulkimaulub, semua diurus RSMY setelah bidang pelayanan medik menelpon dan memberitahukan kematian pasien.

“Izin penguburan almarhum sudah diberikan oleh keluarga dan dilakukan sesuai prosedur penanganan. Semua diurus oleh kita,” timpalnya.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah resmi mengumumkan status Bengkulu sebagai zona merah, Selasa (31/3/2020) pagi, setelah ditemukan kasus positif Covid-19 pada pasien NH (51), jamaah tabligh asal RT 18 RW 6 Blok 6 (dekat SDN 5) Desa Jatimulyo Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Pasien meninggal beberapa saat sebelum pernyataan pers gubernur tersebut.

Dijelaskan Rohidin, pasien telah menjalani pemeriksaan di RS Kota Bengkulu sebelum dirujuk ke RSMY, dan kemudian meninggal dunia.

Menurut Rohidin, NH datang ke Bengkulu pada 5 Maret menggunakan bus umum, kemudian tinggal bersama jamaah tabligh di Masjid At Taqwa Kota Bengkulu. Karena ada keluhan sakit, pasien memeriksakan kesehatan ke RS Kota Bengkulu, lalu dirujuk ke RSMY pada 24 Maret.

Sementara menurut Kadis Kominfotik Provinsi Bengkulu Jaduliwan, guna menjaga kondusifitas pemberitaan agar tidak memancing keresahan publik, media massa diminta mematuhi imbauan pemerintah serta Kapolda pada situasi Covid-19.

Baca Juga: Sarat Resiko, Pemulangan Rekan NH Ditolak Warga Sekampung Halaman

Saat ini, tambah Jaduliwan, semua sedang berduka. Jadi meminta betul kepada seluruh media agar menjadi ‘garda terdepan’ menyajikan infomasi dengan sumber-sumber yang tepat, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

“Jadi sumbernya harus tepat, jangan sampai asal. Apalagi dengan kondisi seperti ini, penekanannya berita harus berimbang,” pungkas mantan sekretaris Diskominfo Mukomuko ini.[iac/lim]

top